215 Pelajar Indonesia Siap Berangkat ke Tiongkok Lewat Beasiswa dari BOC

Jakarta – Belajar di luar negeri merupakan impian sebagian besar pelajar di Indonesia. Sensasi materi yang berbeda ditambah lingkungan perkuliahan yang berbeda merupakan daya tarik tersendiri sehingga tak jarang para pelajar di Indonesia memutuskan untuk melanjutkan studinya diluar negeri. Namun kesempatan ini sayangnya tidak bisa dirasakan semua orang karena untuk memiliki kesempatan belajar diluar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Beasiswa merupakan angin segar bagi para pelajar berprestasi yang ingin belajar diluar negeri namun belum memiliki cukup biaya.
Beasiswa juga menjadi salah satu penyemangat para pelajar untuk belajar lebih giat lagi, karena tidak sedikit negara-negara tetangga yang memberikan peluang bagi pelajar Indonesia yang berprestasi untuk melanjutkan studinya di negara mereka. seperti 215 pelajar Indonesia yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di Tiongkok dalam bidang budaya, bahasa, kedokteran, dan teknik.
Senin (21/8), Nada Marsudi, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti menghadiri undangan yang di selenggarakan Duta Besar Republik China untuk Indonesia dalam acara Upacara Penyerahaan “Admission Letter” Kepada Penerima Beasiswa Pemerintah Tiongkok Angkatan Tahun 2017 yang di danai oleh Bank Of China di Hotel Sahid Jaya Jakarta.
Sebagai perwakilan dari Pemerintah Indonesia, Nada Marsudi menyampaikan apresiasi kepada Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atas keberlanjutan kesempatan pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya di Tiongkok.
“Atas nama Pemerintah Indonesia saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah RRT atas keberlanjutan program beasiswa kepada generasi muda Indonesia untuk menimba ilmu di negeri Tiongkok. Tahun ini sebanyak 215 beasiswa di berbagai jurusan. Jumlah ini meningkat sekitar 11 kali dari tahun sebelumnya,” ucap Nada.
Di penghujung sambutannya, Nada Marsudi mengingatkan pelajar Indonesia yang akan menimba ilmu di Tiongkok untuk kembali ke tanah air dan mengabdikan ilmunya untuk kemajuan bangsa Indonesia.
“Selepas belajar dengan baik dan memperoleh nilai yang memuaskan, jangan lupa untuk kembali ke Tanah Air Bawalah Merah Putih dan Garuda didadamu. Karena Indonesia akan selalu menjadi Tanah Air Beta,” tutupnya.(TJS)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

100 Besar Perguruan Tinggi Non Politeknik dan 25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia Tahun 2017

Jakarta – Sebagai upaya memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi di Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan pengelompokkan/klasterisasi perguruan tinggi. Pada tahun 2017 ini performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari 4 (empat) komponen utama, yaitu: a) Kualitas SDM; b) Kualitas Kelembagaan; c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan; serta d) Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah.
Setelah diumumkan klaster 1 perguruan tinggi di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017 di Puspitek Serpong, hari ini (Senin, 21 Agustus 2017) Kemenristekdikti mengumumkan 100 Besar Perguruan Tinggi non Politeknik dan 25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia.
“Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi valid bagi masyarakat, jangan percaya data hoax  yang tidak sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Kementerian,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir di Jakarta.
Menristekdikti menambahkan bahwa pengelompokan/klasterisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk di dalamnya kesehatan organisasi. Dengan klasterisasi, Kemenristekdikti dapat menyusun formula yang tepat dalam melakukan pembinaan perguruan tinggi di Indonesia.
“Klasterisasi ini juga dapat digunakan setiap perguruan tinggi sebagai refleksi dan motivasi bagi peningkatan kualitas perguruan tingginya, baik dari segi kualitas Sumber Daya Manusia, kurikulum, manajemen organisasi, riset, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan aspek lainnya,” imbuh Nasir.
Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo mengatakan pada tahun ini telah dilakukan penyempurnaan dari tahun sebelumnya. Penyempurnaan tersebut meliputi beberapa perubahan/penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut.
Patdono kemudian menjelaskan pada pengelompokan/klasterisasi tahun 2017 ini, indikator pada Kualitas SDM relatif tetap seperti yang digunakan pada tahun sebelumnya, yaitu meliputi i) presentase dosen berpendidikan S3; ii) presentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar; iii) rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa.
Indikator kualitas kelembagaan mengalami perubahan. Pada tahun sebelumnya hanya dicermin oleh indikator i) Akreditasi Institusi dan ii) Akreditasi Program Studi, maka pada tahun 2017 ini indikator kualitas kelembagaan ditambah dengan indikator i) jumlah program studi yang telah memiliki Akreditasi/Sertifikasi International, dan ii) jumlah mahasiswa asing.
Indikator yang mencerminkan Kualitas Kemahasiswaan tidak mengalami perubahan yaitu prestasi mahasiswa. Akan tetapi variabel yang mencerminkan prestasi mahasiswa tersebut lebih dipertajam dan diperluas, yaitu prestasi mahasiswa secara nasional dan internasional baik dalam kegiatan-kegiatan yang dikelola oleh Kemenristekdikti maupun non-kemenristekdikti, juga tingkat kepedulian perguruan tinggi/institusi terhadap kegiatan kemahasiswaan pun menjadi pertimbangan.
Sedangkan indikator yang mencerminkan Kualitas Penelitian mengalami penambahan yaitu tidak hanya i) kinerja penelitian, dan ii) rasio jumlah publikasi terindeks terhadap jumlah dosen, tetapi juga ditambah indikator terkait kinerja pengabdian pada masyarakat.
Sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk lebih mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui revitalisasi politeknik, maka klasterisasi perguruan tinggi Indonesia pada tahun 2017 ini digolongkan dalam 2 (dua) kelompok yaitu i) kelompok Politeknik; dan ii) kelompok non-politeknik (universitas, institut, dan lainnya).
Daftar 100 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik Tahun 2017
1.Universitas Gadjah Mada
2.Institut Teknologi Bandung
3.Institut Pertanian Bogor
4.Universitas Indonesia
5.Institut Teknologi Sepuluh Nopember
6.Universitas Diponegoro
7.Universitas Airlangga
8.Universitas Brawijaya
9.Universitas Hasanuddin
10.Universitas Negeri Yogyakarta
11.Universitas Sebelas Maret
12.Universitas Andalas
13.Universitas Pendidikan Indonesia
14.Universitas Padjadjaran
15.Universitas Negeri Malang
16.Universitas Negeri Semarang
17.Universitas Udayana
18.Universitas Lampung
19.Universitas Sumatera Utara
20.Universitas Jember
21.Universitas Negeri Medan
22.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
23.Universitas Riau
24.Universitas Sriwijaya
25.Universitas Jenderal Soedirman
26.Universitas Negeri Jakarta
27.Universitas Syiah Kuala
28.Universitas Negeri Makassar
29.Universitas Negeri Surabaya
30.Universitas Kristen Petra
31.Universitas Surabaya
32.Universitas Sanata Dharma
33.Universitas Mataram
34.Universitas Katolik Parahyangan
35.Universitas Pendidikan Ganesha
36.Universitas Kristen Satya Wacana
37.Universitas Halu Oleo
38.Universitas Tadulako
39.Universitas Muhammadiyah Malang
40.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
41.Universitas Islam Indonesia
42.Universitas Tanjungpura
43.Universitas Jambi
44.Universitas Merdeka Malang
45.Universitas Bengkulu
46.Universitas Atma Jaya Yogyakarta
47.Universitas Sam Ratulangi
48.Universitas Bina Nusantara
49.Universitas Pasundan
50.Universitas Negeri Gorontalo
51.Universitas Lambung Mangkurat
52.Universitas Mulawarman
53.Universitas Negeri Manado
54.Universitas Katolik Soegijapranata
55.Universitas Stikubank
56.Universitas Trisakti
57.Universitas Islam Malang
58.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara
59.Universitas Muslim Indonesia
60.Universitas Tarumanagara
61.Universitas Telkom
62.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya
63.Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
64.Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
65.Universitas Islam Bandung
66.Universitas Muhammadiyah Surakarta
67.Universitas Negeri Padang
68.Universitas Nasional
69.Universitas Islam Sultan Agung
70.Institut Teknologi Nasional Malang
71.Universitas Bung Hatta
72.Institut Teknologi Nasional Bandung
73.Universitas Pendidikan Nasional
74.Universitas Warmadewa
75.Universitas Djuanda
76.Institut Seni Indonesia Yogyakarta
77.Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
78.Universitas PGRI Adi Buana
79.Universitas Janabadra
80.Universitas Kristen Duta Wacana
81.Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
82.Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
83.Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
84.Universitas Palangka Raya
85.Universitas Trunojoyo
86.Universitas Nusa Cendana
87.Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
88.Universitas Widya Gama
89.Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
90.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banjarmasin
91.Universitas Mahasaraswati Denpasar
92.Universitas Pelita Harapan
93.Universitas Dr Soetomo
94.Universitas Slamet Riyadi
95.Universitas Kristen Maranatha
96.Institut Sains Dan Teknologi Akprind
97.Universitas PGRI Semarang
98.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusa Megar Kencana
99.Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan
100.Universitas Muhammadiyah Magelang
25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik Indonesia Tahun 2017
1.Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
2.Politeknik Negeri Sriwijaya
3.Politeknik Negeri Semarang
4.Politeknik Negeri Malang
5.Politeknik Negeri Jakarta
6.Politeknik Negeri Jember
7.Politeknik Negeri Bandung
8.Politeknik Negeri Lampung
9.Politeknik Negeri Medan
10.Politeknik Negeri Pontianak
11.Politeknik Negeri Padang
12.Politeknik Negeri Ujung Pandang
13.Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
14.Politeknik Pertanian Negeri Kupang
15.Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
16.Politeknik Negeri Bali
17.Politeknik Negeri Samarinda
18.Politeknik Negeri Manado
19.Politeknik Negeri Banjarmasin
20.Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
21.Politeknik Negeri Lhokseumawe
22.Politeknik Caltex
23.Politeknik Negeri Kupang
24.Politeknik Manufaktur Bandung
25.Politeknik Ubaya
Diharapkan hasil pengelompokan/klasterisasi ini dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan dan memutakhirkan datanya di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD DIKTI) secara teratur sesuai amanat Pasal 56 UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Selain itu, hasil pengelompokan/klasterisasi ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang program-program pembinaan dan penguatan perguruan tinggi Indonesia.
Untuk mengetahui informasi lebih detail mengenai hasil pengelompokan/klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2017, dapat mengunjungi laman http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id dengan memasukkan 6 (enam) digit kode perguruan tinggi masing-masing yang tercatat pada PD DIKTI Kemenristekdikti.
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik dan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Satria Aji, Pelajar Bidikmisi UNAIR Membangun Kampung Kelahirannya

PIH UNAIR – Maulana Satria Aji, mahasiswa S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga berhasil mengubah wajah kampungnya. Daerah kelahirannya, Kelurahan Sidotopo, Surabaya kini berhasil menjadi kampung percontohan keluarga berencana Jawa Timur tahun 2016.

Aji, sapaan akrabnya, adalah pemuda berusia 20 tahun ini merupakan salah satu penerima bantuan pendidikan Bidikmisi di UNAIR. Anak sulung dari tiga bersaudara ini adalah tamatan SMA Muhammadiyah I Surabaya. Sempat terbersit untuk tidak melanjutkan kuliah. Ia merasa tanggungan orang tuanya sudah berat karena harus membiayai kedua adiknya.

Namun, ia tak lekas menyerah. Ia mendapatkan informasi dari kakak tingkat tentang bidikmisi. Inilah titik ia mulai merangkai mimpi untuk berkuliah di FKM UNAIR. Dan juga, memperbaiki wajah tanah kelahirannya.

“Kampung saya terkenal dengan berbagai tindak kriminal. Dulunya, saya merasa enggan untuk berkecimpung di karang taruna. Sempat takut terbawa kebiasaan kurang baik orang-orang sekitar. Saya juga prihatin melihat teman-teman yang sebaya dengan saya terbiasa minum minuman beralkohol,” tutur Satria.

Langkah demi langkah ditapaki, ia bersama keenam temannya mengajak para ‘pentolan’ geng pengguna narkoba untuk berdiskusi. Tidak mudah membuat orang berubah. Itulah yang terbersit di pikiran Aji saat mengajak para pengguna untuk meninggalkan obat-obatan terlarang. Caci maki sudah biasa ia terima dari orang-orang sekitar.

“Awalnya mereka tidak mau diajak berubah. Bahkan saya kerap diejek karena sering main ke balai rukun warga setempat untuk mengajak mereka berubah. Dikatain sok bener lah dan sempat diludahi,” tutur Aji saat ditemui UNAIR News.

Tidak berhenti sampai disitu, Aji mengajak mereka untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan  Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur dan Badan Narkoba dan Narkotika. Setelah dikarantina selama dua minggu, mereka berubah drastis. Layaknya efek domino, dampak baik itu menyebar ke orang-orang sekitar.

Pada tahun 2016, mulailah dibentuk pusat informasi dan konseling sebagai wadah untuk berbagi permasalahan dan segala penyelesaiannya. Di tahun yang sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan kampungnya sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB). Perannya membangun pemuda-pemudi di kelurahan setempat mendapat apresiasi.

“Perasaan saya ketika didatangi Bu Risma sungguh sangat senang sekali. Bahkan, ada orang dari Blitar sampai menitikkan air mata melihat perjuangan kami mengubah kampung ini. Bagaimana kami rela mengajarkan dan menuntun tanpa mengharap balas jasa.” jelasnya.

Bangun kampung literasi

Di samping membangun kampungnya, Aji yang gemar menulis ini beberapa kali menjadi delegasi konferensi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bertemu orang-orang hebat di negeri ini dan saling bertukar pikiran tentang bangsa ini. Keyakinannya dalam membangun negeri melalui komunitas pun diwujudkan dalam Komunitas Pelajar Mengajar Surabaya (KPMS).

Komunitas tersebut baru-baru ini mendapatkan penghargaan komunitas terbaik dari AIESEC. Sebagai ketua dari komunitas, ia menggagas program mengajar di Kampung Sidotopo tanpa dipungut biaya. Mereka hanya perlu ‘membayar’ dengan sampah yang kemudian dipilah untuk kerajinan. Selain di Sidotopo, KPMS juga hadir di Nginden, Tambak Wedi, dan Kampung Nelayan Sukolilo.

“Awalnya saya melihat anak-anak kecil sibuk bermain gawai dan permainan dalam jaringan di warung kopi. Saya tergerak mengajak mereka untuk mengisi waktu luang dengan belajar. Baik belajar pelajaran sekolah atau mengaji. Bahkan sebelum kegiatan pengajaran dimulai, mereka salat berjemaah yang dipimpin oleh salah satu dari anak didik KPMS,” imbuh pemilik indeks prestasi kumulatif 3,25.

Ke depannya, ia ingin membentuk kampung literasi yang saat ini sedang dirancang. Akan ada perpustakaan dan pembuatan mural. Tujuannya, untuk menumbuhkan kegemaran membaca pada seluruh tingkatan usia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Tetaplah terus berkarya, Aji! (PIH UNAIR)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Mahasiswa Polnep Kibarkan Bendera Bawah Laut

Berbagai macam cara merayakan hari Kemerdekaan RI tak terkecuali HUT RI ke-72. Rasa cinta tanah air dan menumbuhkan kecintaan bahari inilah yang mendorong sekelompok generasi untuk melaksanakan upacara yang tidak biasanya dilakukan para generasi muda umumnya. Upacara bendera memperingatai Hari Kemerdekaan RI ke-72 dilaksanakan para mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak dari Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan. Upacara yang dilaksanakan di laut Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang ini diikuti 95 orang yang tergabung dalam  Persatuan Olah Raga Selama Seluruh Indonesia. Ada dua program studi yang mengikuti upacara bendera di bawah laut yaitu program studi Teknologi Penangkapan Ikan (TPI) dan program studi Budidaya Perikanan (BDP) semester II dan semester IV. Pemilihan Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu pulau yang memiliki dasar keindahan alam bawah laut. Sehingga tidak heran perairan ini menjadi tempat favorit untuk aktivitas bawah laut.

Sebelum pelaksanaan upacara pengibaran bendera, para peserta mengikuti gladi bersih yag dipandu instruktur teknis. Masing-masing harus sudah menyiapkan peralatan, baik penyelam pemula maupun penyelam professional, karena lokasi pengibaran bendera  di bawah laut yang tentu harus dipersiapkan secara matang segala sesuatunya. Setiap pesert peserta membawa bendera merah putih. Bender merah putih tersebut digunakan untuk membentuk formasi RI 72 sesuai hari peringatan Kemerdekaan RI ke-72. Pengibaran bendera bawah laut dilakukan di kedalaman delapan meter, ujar Isamudin salah satu instruktur selam mahasiswa Polnep.

Upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Ri ke-72 dimulai jam 09.30 Wiba dan sebagai inspektur upacara Direktur Pol Air Kombes Pol Alex  Fauzi Rasad. Upacara dilaksanakan secara sederhana namun khidmat dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Setelah pengibaran bendera bawah laut, perserta upacara baik ke permukaan yang disusul lantunan lagu Indonesia Raya sembari membentuk formasi RI 72.

polnep-2

Pengibaran bendera yang dilaksanakan mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak merupakan yang ke-3 ditempat yang sama yaitu Pulau Lemukutan. Kegiatan ini selain untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72, juga merupakan salah satu sarana menumbuhkan kecintaan terhadap kekayan bahari dan alam bawah laut yang dimiliki Indonesia. Salah satu mahasiswa yang diwawancarai humas mengatakan, tahun depan diharapkan banyak mahasiswa yang mengikuti upacara dan tidak hanya dari Jurusan Perikanan namun dari Jurusan lain. Selain itu, dia berharap peralatan selam yang ada saat ini perlu pergantian karena sudah cukup lama dan dia berharap lembaga bisa menambah jumlahnya peralatan selam, ujarnya.
(Erwandi – Pranata Humas Muda)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Sholat Subuh Berjamaah dan Dzikir Awali PPAK UNNES 2017

Penerimaan mahasiswa baru melalui Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) tahun 2017 di Universitas Negeri Semarang (UNNES), bagi mahasiswa yang beragama Islam diawali dengan Shalat Subuh berjamaah, dzikir, dan tausyiah dari Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Mahasiswa non muslim pada jam yang sama melakukan aktivitas ibadah sesuai kepercayaan masing-masing, Sabtu (19/8) di Lapangan Prof Dumadji Kampus Sekaran.
Shalat subuh diikuti oleh 5 ribuan mahasiswa, Rektor dan pimpinan, setelah shalat dilakukan dzikir dan doa bersama untuk kejayaan Indonesia sebagai bagian dari peringatan hari kemerdekaan RI ke 72.
Dalam tausyiahnya Rektor menyampaikan, Islam itu rahmatan lilalamin, oleh karenanya mahasiswa UNNES harus cinta damai, taat beribadah dan menghormati segala perbedaan dalam kebhinekaan. Lebih lanjut, Agama apapun pasti melarang umatnya menggunakan narkoba, anti radikalisme, dan menjauhi segala perbuatan yang tidak terpuji.
Selanjut Prof Fathur Juga menyampaikan, “kegiatan Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK)diselenggarakan untuk penguatan karakter mahasiswa baru melalui kegiatan yang akademis untuk menyiapkan mereka menjadi mahasiswa yang berprestasi. Kalau ingin sukses, harus mempunyai cita-cita dan tekad yang jelas. Harus menjadi mahasiswa yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang”, jelasnya.
“Saya dulu suka sekali membaca komik, namun setelah menyadari bahwa sukses itu butuh komitmen dan kerja keras, saya mengubah cara membaca saya. Semenjak itu, saya rajin membaca buku kajian untuk menambah keilmuan agar bermanfaat bagi saya dan orang lain” imbuhnya.
Menurut Prof Fathur, ada empat langkah yang dapat dilakukan untuk meraih kesuksesan. Pertama, kalau ingin sukses harus memiliki cita-cita yang jelas. Kedua, berikan kesungguhan disetiap usaha dan doa untuk meraih kesuksesan tersebut. Ketiga, lakukan segala sesuatunya dengan benar, do the best. Keempat, sukses tidak sendirian, maka carilah kawan dan teman yang punya visi tentang kesuksesan dan kebaikkan.
Dalam kegiatan yang bertajuk Gerakan UNNES Salat Subuh Berjamaah (GUSJ) yang diimami oleh Dr Sulaiman MPd ini, turut hadir Wakil Rektor dan unsur pimpinan dilingkungan Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Panitia kegiatan Isma menjelaskan, kegiatan kerohanian ini tidak hanya bagi mahasiswa yang beragama Islam. Bagi mahasiswa yang tidak beragama Islam, disediakan tempat beribadah dan kajian kerohanian sesuai dengan agama masing-masing.


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

« Older Entries