7.177 Bidikmisi UNNES Ikuti Monev Dan Tutor Sebaya

Semarang – Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dengan 7.177 penerima bantuan pendidikan Bidikmisi, Kamis (23/2) di Auditorium kampus Sekaran.
Acara yang rutin diadakan setiap semester ini mengusung tema “Penguatan Karakter dan Prestasi di Tahun Reputasi”. Hal ini dilakukan untuk memotivasi mahasiswa penerima Bidikmisi.

whatsapp-image-2017-02-23-at-10-52-49
Saat memberikan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR menyampaikan, Mahasiswa Bidikmisi harus menjadi mahasiswa yang luar biasa tidak yang biasa-biasa saja. Beberapa evaluasi yang bisa menjadi contoh, Raeni mahasiswa Bidikmisi UNNES dengan IPK tinggi yang mendapatkan beasiswa dari presiden yang sudah lulus S2, di University of Birmingham, Inggris yang sekarang menjadi dosen di Fakultas Ekonomi UNNES.
Ia menjelaskan, Bidikmisi adalah amanah yang harus kalian jaga dan pertanggungjawabkan. Kalian harus ukir prestasi untuk mengharumkan negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga UNNES.
Acara ini ditutup dengan penularan semangat (Tutor Sebaya) oleh kakak semester yang berprestasi kepada adik semester agar berprestasi ini akan berlangsung selama dua hari.


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Permintaan Mendaftarkan Jurnal Pada Arjuna

Yth.:

Pimpinan Perguruan Tinggi
Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV
Ketua Himpunan Profesi
Pengelola Terbitan Berkala Ilmiah di Litbang
Sehubungan dengan telah diterbitkannya Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor, sehingga diperlukan banyak sekali jurnal nasional sebagai media publikasi khususnya bagi Lektor Kepala, maka dalam rangka pembinaan terbitan jurnal ilmiah di Indonesia menuju terakreditasi nasional dan bereputasi Internasional, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan perlu melakukan pemetaan kondisi jurnal elektronik yang ada di Indonesia sehingga dapat dilakukan pendampingan dan percepatan akreditasi serta internasionalisasi.

Berdasarkan hal tersebut, pihak Kemenristekdikti meminta perguruan tinggi, lembaga litbang, serta pengelola terbitan berkala ilmiah yang sudah menerbitkan jurnal secara elektronik serta memiliki e-ISSN namun belum terakreditasi nasional atau bereputasi internasional untuk segera mendaftarkan jurnal yang berada lingkungan kerjanya di Arjuna (http://arjuna.ristekdikti.go.id) dan melakukan evaluasi diri (tanpa submit akreditasi). Hasil evaluasi diri yang dilakukan akan diverifikasi oleh tim Kemenristekdikti untuk diklasifikasikan, sehingga dapat mengikuti program pendampingan menuju jurnal terakreditasi nasional dan bereputasi Internasional. Pengisian evaluasi diri di Arjuna untuk program pendampingan jurnal elektronik diharapkan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 31 Maret 2017.

Atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih.

Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual,

TTD

Sadjuga

NIP. 195901171986111001

Sumber:

Surat Edaran Permintaan Mendaftarkan Jurnal Pada Arjuna


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Pertama Kalinya, UNAIR Anugerahi Gelar Doktor Kehormatan Peraih Nobel

PIH UNAIR – Ribuan sivitas akademika Universitas Airlangga, praktisi, dan pemangku kebijakan berpartisipasi menghadiri kuliah umum penerima nobel ekonomi tahun 2003 Prof. Robert Fry Engle III. Kuliah umum dilangsungkan di Airlangga Convention Center Kampus C UNAIR, Senin (20/2).

Sebelum kuliah umum, Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak., menganugerahi gelar doktor kehormatan kepada pengajar dan peneliti asal Stern School of Business, New York University. Engle merupakan penerima nobel pertama yang dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh UNAIR.

Ketika diwawancarai dalam kesempatan sebelumnya, Nasih mengungkapkan pemberian gelar doktor kehormatan kepada Engle adalah bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ekonomi.

“Kita menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Profesor Engle yang sudah berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya metode yang bisa menyelamatkan negara untuk menghindari krisis ekonomi,” tutur Nasih.

Metode yang dimaksud adalah mendeteksi volatilitas ekonomi dengan model ARCH (Autoregressive Conditional Heteroskedasticity) yang dikembangkan oleh Engle dan rekannya Profesor Clive W.J. Granger dari Universitas California San Diego (UCSD). Dengan menggunakan metode tersebut, peneliti dan praktisi bisa melakukan prediksi terhadap keadaan ekonomi, khususnya keuangan, dan berdasarkan runtun waktu.

Di hadapan sivitas akademika yang hadir, Engle memberikan kuliah umum tentang The Prospects for Global Financial Stability. Engle menjelaskan, bahwa volatilitas memang terjadi di sejumlah negara di dunia.

Menurut Engle, risiko keuangan hendaknya tak dieliminasi. Sebab, pasar keuangan tak akan bekerja bila tak ada risiko. Namun, institusi keuangan perlu mewaspadai risiko sistemik.

“Kegagalan terjadi ketika institusi gagal memenuhi kewajibannya sehingga menyebabkan konsekuensi dalam sektor ekonomi riil,” tutur Engle.

Agar terhindar dari volatilitas, Engle memberikan rekomendasi kepada pemerintah di bidang keuangan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa institusi keuangan harus memiliki modal untuk menanggulangi krisis. Selain itu, negara juga harus memiliki capital cushion untuk menyelamatkan keuangan apabila krisis terjadi.

Harapannya, bila krisis keuangan yang sistemik bisa dihindari, maka jalan menuju perdamaian akan kian terbuka. (*)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Belajar Bahasa Arab dengan Aplikasi Aladin

UMUMNYA saat belajar bahasa asing, siswa dipusingkan keterbatasan penguasaan kosa kata. Apalagi, jika bahasa yang dipelajari, memakai kaidah huruf yang berbeda. Misalnya Bahasa Arab. Untuk mengatasi persoalan itu, mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) menciptakan terobosan.(63)

FISKA Esi Kurnia, belum selesai mengemasi perangkat laptop, ketika seorang siswa menghampirinya. Mereka kemudian terlibat perbincangan sejenak, yang disusul senyum mengembang murid berambut panjang itu. Siswa kelas 2 SD Al Azam Semarang tak lupa mengucap salam sebelum berlalu. ‘’Murid tadi, mengaku tertarik dengan pembelajaran Bahasa Arab yang kami sajikan.

Dia sangat senang, dengan aplikasi yang kami beri nama Aladin ini,’’ urai mahasiswa D3 Teknik Informatika Polines itu, mengawali perbincangan dengan Suara Merdeka kemarin. Gadis berhijab tersebut bersama mahasiswa lain, dijumpai sedang melaksanakan uji coba aplikasi Aladin di SD Al Azam kawasan Ketileng Tembalang.

Hasilnya respon, anak-anak bagus. Mereka, sangat tertarik untuk bisa memiliki aplikasi tersebut, sebagai pendukung pembelajaran di rumah. Lalu apa sebenarnya aplikasi tersebut?. Bahkan membuat seorang siswa rela menghampiri Fiska sekadar untuk memuji permainan itu.

Penjelasan detail diberikannya sehubungan rasa penasaran itu. ‘’Aladin merupakan singkatan dari Arabic Learning by Exploring. Sebuah game pembelajaran Bahasa Arab Dasar.

Kami pun memilih konsep petualangan berbasis android agar perangkat mudah diakses banyak orang,’’ tutur mahasiswa yang memiliki minat di bidang desain, multimedia, database, dan pemrograman ini. Manfaat produk ini melatih dan meningkatkan konsentrasi dalam menghafal kosa kata dasar Bahasa Arab.

Selain itu,juga membawa atmosfer menyenangkan dalam konteks pembelajaran. Aplikasi itu memadukan antara permainan dan pembelajaran melalui animasi dua dimensi.

Melatih Logika

Menurut mahasiwa kelahiran Bandung 1995 tersebut,permainan yang disajikan ikut melatih logika. Sebab, belajar Bahasa Arab dasar model ini siswa diajak memasuki dunia petualangan dan animasi.

‘’Model pembelajaran ini memiliki tujuh level permainan yang mengacu pada materi pelajaran Bahasa Arab Dasar.

Kami memakai materi yang mengacu pada kurikulum Madrasah Ibtidaiyah tahun 2008 untuk kelas 1 SD,” jelasnya.

Di antaranya kosa kata dasar seperti angka, warna, pakaian dan sebagainya. Guna mempermudah pemakaian, aplikasi itu juga dilengkapi dengan cara bermain, yang bakal menuntun siswa.

Game pembelajaran ini dikembangkan menggunakan sistem construct atau piranti pendukung pembuat aplikasi permainan yang jamak dijumpai pada teknologi android. Namun untuk sampai tahap pengembangan ini, Fiska tak bekerja seorang diri.

Dia mendapat dukungan dari dosen pembimbing Idhawati Hestiningsih dan Mardiyono. Menurut Idha, melalui pembelajaran model ini, siswa akan mudah menghapal kosa kata dalam Bahasa Arab.

Mereka sekaligus diajak menikmati audio visual tentang angka, alat tulis, anggota keluarga, warna, pakaian, alat tulis dan benda ñ benda yang ada di kelas.

Materi ditampilkan dengan gambar dan suara baik Bahasa Arab maupun Bahasa Indonesia. Selebihnya pengguna pun mudah masuk ke halaman petualangan. Halaman tersebut didukung animasi Tokoh Komik Aladin dan Permadani Terbang. (Hari Santoso-63)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Mahasiswa Pecinta Alam UGM Teliti Merapi

Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada  (MAPAGAMA) melakukan ekspedisi penelitian di gunung  Merapi dalam kegiatan “UGM Research Expedition” (URE). Selama enam bulan,  Oktober 2016 hingga Maret 2017 mendatang mereka meneliti kawasan gunung yang dikenal sebagai salah satu gunung berapi yang sangat aktif di Indonesia.

Ketua tim ekpedisi, Jalu Lintang menyampaikan dalam ekspedisi ini Mapagama memberangkatkan 6 orang anggotanya yang terdiri dari 5 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka fokus melakukan penelitian di kawasan selatan lereng Merapi. Keenam orang tersebut adalah  Jalu Lintang (Antropologi), Fadil Ramadan (Arkeologi), Rizal Fahmi (Kehutanan), Anggita Swestiana (Pariwisata),  Dimas Dwi Septian (Geofisika), dan Priyantono Nugroho (Antropologi)

“Kami fokuskan penelitian dalam empat bidang yaitu geofisika, pariwisata, antroplogi, serta kehutanan,” jelasnya Selasa (21/2) di kampus UGM.

Jalu menyebutkan saat ini mereka telah melaksanakan penelitian untuk memprediksi arah aliran awan panas erupsi Merapi. Selain itu juga terkait implementasi manajemen risiko bencana dalam pengembangan pariwisata di desa wisata Pentingsari.

Saat ini mereka juga tengah melakukan studi komunitas jalin Merapi dalam bencana erupsi Merapi. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peran komunitas dalam upaya mitigasi bencana.

 “Kita juga akan mengkaji potensi sumber daya air di lereng selatan Merapi untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga warga sekitar,” imbuh Jalu.

mapagama-merapi

Sementara ditambahkan oleh Humas ekspedisi Merapi, Fadil Ramadhan bahwa dari ekspedisi bertajuk “Dinamika Gunung Merapi: Dulu dan Kini” ini dapat menghasilkan berbagai informasi yang bermanfaat tidak hanya bagi warga setempat. Namun demikian, juga bisa memberikan informasi bagi masyarakat luas yang memerlukan data tentang Merapi.

“Dari ekspedisi ini nantinya diharapkan bisa memberikan informasi ilmiah terkait jalur erupsi, pengembangan desa wisata berbasis manajemen bencana, serta potensi sumber daya air di Merapi,” paparnya.

Disebutkan Fadil ekspedisi kali ini memiliki tantangan besar karena melakukan penelitian di kawasan gunung. Tidak hanya menuntut kemampuan berfikir secara sistemik, namun juga diperlukan kesiapan fisik yang prima.

“Sebelum melaksanakan ekspedisi ini kami rutin melakukan latihan fisik untuk menguatkan kemampuan  mendaki saat meneliti lereng Merapi,” katanya. (Humas UGM/Ika)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

« Older Entries