Research Training Fellowship for Developing Country Scientists (RTF-DCS)

Call for applications for 2016 – 2017

Research Training Fellowship for Developing Country Scientists (RTF-DCS)

The Centre for Science and Technology of the Non-Aligned and Other Developing Countries (NAM S&T Centre) is presently implementing a Fellowship programme titled ‘Research Training Fellowship for Developing Country Scientists (RTF-DCS) to provide opportunity to young researchers of the developing countries for their capacity building in science and technology through their affiliation with premier academic and research institutions in India to carry out short-term research work.

The RTF-DCS programme has been sponsored by the Government of India, Department of Science & Technology (DST), Ministry of Science & Technology. The RTF-DCS programme that was initiated in 2012-2013, was successfully implemented in the last four years with the selected scientists having completed their research work in the respective host institutions in India. Considering the persistently high demand from the researchers from developing countries and the keen interest shown by the Indian research institutions in implementing this programme, the number of Fellowships was increased from 20 to 50 per year with effect from 2014-2015. In the fifth year of implementation of the RTF-DCS scheme, the NAM S&T Centre invites applications from the eligible researchers of the developing countries for the Fellowship for the financial year 2016-2017 (1st April 2016 to 31st March 2017).

The salient features of the RTF-DCS programme as under:

  • Of Fellowship: 50
  • Duration of Fellowship: The Fellowship is for a period of six months. Therefore the interested applicants must be absolutely certain about thier availability for six months, if selected for this Fellowship.
  • Broad Disciplines, in which Felloeship are available: Agricultural Sciences; Biological and Medical Sciences; Chemical Sciences; Physical Sciences and Mathematics; Earth sciences; Engineering Sciences; Materials, Minerals and Metallurgy: and Multi-diciplinary & Other areas.
  • Eligibility Conditions: Scientist/researchers from any developing country (except India) below 40 years of age (as on 1st January 2016) and possessing at least a Post Graduate Degree in any Natural Science subject or an equivalent degree in Technology / Engineering / Medicine / allied diciplines.
  • Financial Terms: Full financial assistance to the fellows, including (a) round trip international airfare by excursion/economy class, (b) a monthly Fellowship amount of Indian Rupees (INR) 35.000 (about US$ 525 at the current exchange rate, non-taxable) to cover accommodation, meals and other miscellaneous expenses and (c) a one-time grant of INR 30.000 (about US$ 450) for research contigency and domestic travel, including airport transfers, visiting research institutions, attending sciencetific events and field trips within India, subject to the approval of the research supervisor. The India host institutions will also be suitably compensated for their services for implementation of the programme.
  • Detailed guidelines of the Fellowship scheme are given in the attached announcement brochure.
  • It is advisable for an applicant to make a prior contact with a concerned India scientist or an institution in India where work is in progress in the area of interest to the applicant, and obtain consent that he/she, if selected, will be accepted to work in the institution on the proposed research project. A copy of the consent letter, if available, should be enclosed with the application.
  • A suggestive list of Indian academic and research institutions has been enclosed with the announcement, but the applicant is free to contact any other institutions in India about which information may gathered either through internet search or other means.
  • Application should be submitted to the NAM S&T Centre in the prescribed format, enclosed with the brochure. Only electronic communication will be accepted. The application form and all attachments please sent to an email addressed to rtfdcs15@gmail.com and cc to kerjasama@ristekdikti.go.id.
  • The last date for submission of completed application form along with required enclosures is Friday, 17th June 2016.

 

Jakarta, 26th May 2016

Regards,

The Head of Bureau for the Cooperation and Public Communication

The annoucement brochure enclosed.

List of Indian institutions with Research Areas_RTFDCS 2016-17

Announcement Brochure for RTF-DCS 2016-17

Application Form for RTF-DCS 2016-17


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Unnes Raih Juara ON MIPA

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) meraih medali emas dalam kompetisi Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) Perguruan Tinggi.

“Ini merupakan suatu kompetisi yang sangat bergengsi, karena diikuti oleh berbagai perguruan tinggi terkemuka seperti UI, ITB, UGM. ITS, UNDIP dan IPB, “ ungkap Dekan FMIPA Prof Dr Zaenuri.

Prof Zaenuri menjelaskan, Jumlah pesaing untuk setiap bidang ke–MIPA-an adalah berkisar 60 peserta, dengan demikan ada perguruan tinggi yang mengirimkan 5 sampai dengan 8 peserta mahasiswa untuk satu bidang Ke-MIPA-an.

“Prestasi luar biasa yang diraih mahasiswa Unnes angkatan 2013 ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi Mahasiswa yang lain,” pungkasnya.

Tim instruktur dari jurusan Fisika, seperti Dr Sulhadi MSi, Drs Hadi Susanto MSi, Dr Putut Marwoto MSi Sugiyanto MSi dan beberapa pihak yang peduli akan ON MIPA ini. (humas/unnes)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Beasiswa “World in Serbia”

Yth.

 

Bapak/Ibu/Saudara

 

Merujuk kepada surat Direktur Eropa Tengah dan Timur, Kementerian Luar Negeri No.: 10799/BK/05/2016/39, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

 

  1. Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Teknologi Republik Serbia menawarkan beasiswa “World in Serbia” kepada Warga Negara Indonesia yang berusia 18-35 tahun. Pelamar beasiswa dimaksud dapat menyerahkan aplikasi kepada Kedubes Serbia di Jakarta untuk kemudian diproses lebih lanjut.
  2. Berdasarkan Academic Ranking of World Universities (ARWU) tahun 2015, Universitas Beograd, yang merupakan salah satu universitas terbaik di Serbia, telah berhasil mempertahankan peringkat yang sama, seperti pada tahun 2014 dan menduduki peringkat pada kategori untuk 301-400 universitas terbaik di dunia.
  3. Sebagai informasi, kami lampirkan formulir aplikasi pendaftaran beasiswa “World in Serbia” berikut persyaratan-persyaratan yang diperlukan. Para pelamar beasiswa harus diusulkan oleh institusi-institusi terkait dan batas akhir waktu penyerahan aplikasi adalah 27 Mei 2016.

 

Demikian disampaikan, atas perhatian yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

 

 

 

Jakarta, 25 Mei 2016

 

TTD

Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik

 

 

Informasi selengkapnya:

Tawaran Beasiswa World in Serbia

 


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Perbaikan Genetika Sapi Lokal

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir baru saja berkunjung ke RPH (Rumah Potong Hewan) di Karawaci Tangerang, Banten, Rabu malam (25/4). Kunjungan ini untuk menyaksikan proses rangkaian persiapan perlakuan teknologi Transfer Embrio (TE) pada sapi ditempat tersebut.

TE merupakan generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB). Teknologi ini memiliki kelebihan dari ilmu reproduksi lainnya seperti IB. Transfer embrio merupakan suatu proses, mulai dari pemilihan sapi-sapi donor, sinkronisasi birahi, superovulasi, inseminasi, koleksi embrio, penanganan dan evakuasi embrio, transfer embrio ke resipien sampai pada pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran. Transfer embrio memiliki manfaat ganda karena selain dapat diperoleh keturunan sifat dari kedua tetuanya juga dapat memperpendek interval generasi sehingga perbaikan mutu genetik ternak lebih cepat diperoleh.

TE seekor betina unggul yang disuperovulasi kemudian diinseminasi dengan sperma pejantan unggul dapat menghasilkan sekitar 40 ekor anak sapi unggul dan seragam setiap tahun, bila dibandingkan dengan perkawinan alam atau IB hanya mampu melahirkan 1 ekor anak sapi pertahun. Bahkan bisa dibuat kembar identik dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan teknik “Cloning“. Teknologi TE juga dapat membuat jenis kelamin (jantan atau betina) anak sapi yang diinginkan.

Terkendalanya lokasi laboratorium dengan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) ke tempat laboratorium yang sekarang hanya ada di Bogor masih menjadi masalah karena Transfer Embrio ini hanya bertahan sekitar 6 jam.

“Saya ingin ada satu paket ditempat ini dari mulai pemotongan hewan sampai laboratorium untuk melakukan proses Transfer Embrio disini, saya juga menghimbau untuk tidak memotong sapi betina lokal, tujuannya untuk perbaikan genetika sapi-sapi lokal yang harus ditingkatkan terus.” tutur Nasir.

Laboratorium dan Penyimpanan yang kurang memadai menjadi masalah oleh para peneliti Transfer Embrio pada sapi ini kemudian memanfaatkan sapi lokal dari kupang yang juga harus diperhatikan oleh Kemristekdikti. Ia juga menargetkan pada 2019 mendatang bisa terealisasikan swasembada daging yang juga nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kepala Lab. Reproduksi Pemuliaan dan Kultur Sel Hewan Puslit Bioteknologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Syahrudin Said sependapat perkataan Menristekdikti terkait  ingin terus meningkatkan kualitas Laboratorium-laboratorium di Indonesia dan mendukung proses Transfer Embrio (TE) pada sapi lokal ini. “Saya harap ada Standar Pemeliharaan dan SOP yang jelas maka saya yakin Transfer Embrio pada sapi-sapi ini akan berjalan baik,” imbuhnya.

Harapan Menristekdikti para peneliti Indonesia untuk segera mepatenkan agar dunia Internasional tahu bahwa sapi lokal Indonesia dari sumba adalah hasil dari penelitian yang dilakukan oleh anak-anak Indonesia.


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

Apresiasi Untuk Para Peneliti dan Inovator

Jakarta– Penghargaan terhadap insan-insan inspiratif maupun Kementerian yang dianggap berkontribusi positif bagi masyarakat, yang diberikan oleh Stasiun Televisi secara khusus mungkin jarang terjadi belakangan ini. Namun, malam itu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi merasa bangga, karena menjadi salah satu yang mendapat apresiasi dari salah satu Stasiun Televisi, yaitu InewsTV.

Pada kesempatan kali ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendapatkan penghargaan pada kategori “Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil-Hasil Riset Berbasis Teknologi”. “Terimakasih atas penghargaan ini, dan penghargaan ini kami teruskan kepada peneliti dan inovator, walaupun sudah banyak penghargaan namun masih banyak yang harus dikerjakan lagi”, ucap Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Ainun Naim yang hadir mewakili Menristekdikti, selasa (24/5).

Adapun beberapa undangan dari beberapa Kementerian yang hadir dan juga menerima penghargaan antara lain Menteri Sosial, Menteri Pariwisata, Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Perhubungan.

Apresiasi Inews Maker ini sendiri merupakan apresiasi (award) yang diberikan kepada kepada tokoh inspiratif dimana mereka yang menjadi News Maker sepanjang 2015–2016. Pada acara tersebut ada 7 kategori yang diberikan kepada pejabat publik yang dinilai memberikan inspirasi kepada masyarakat, dan juga diberikan apresiasi terhadap Menteri dan Kementerian, serta pemimpin daerah yang memberikan kontribusi terhadap masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih sekali lagi kepada Inews dan masyarakat luas atas penghargaan ini, dan kepercayaan serta kerjasama yang baik selama ini dengan kami, maju terus riset dan inovasi di Indonesia”, tutur Ainun menutup statement penerima penghargaan malam itu.  (widi/bkkp)


ShareDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponTweet about this on Twitter

« Older Entries